Luar biasa ternyata sel-sel darah putih dalam tubuh kita ….

Sel darah putih merupakan “pasukan” untuk melawan serangan “musuh” (kuman, bakteri  dsb) yang masuk ke dalam tubuh kita. Kalau kita lihat bentuknya mirip dengan amuba seperti gumpalan cairan gemuk dengan bentuk tidak jelas dan ada nuklei  yang warnanya lebih gelap. Ketika bergerak di sepanjang pembuluh darah kadang terlihat sel darah putih seperti bendak yang lambat dan tidak efektif. Kadang melayang-layang tanpa usaha seperti “orang malas”, kadang seperti merayap di dinding pembuluh darah dan mengalir juga seperti terseok-seok. Kadangkala malah terkesan sering menghalangi sel darah merah yang mengalir karena bentuk sel darah putih ketika masuk ke pembuluh kapiler yang lebih kecil akan memanjangkan tubuhnya dan menjadi seperti penghambat bagi sel-sel darah merah yang akan melalui pembuluh tersebut. Kalau dilihat pergerakannya, mungkin kita akan berpikir bahwa sel darah putih ini lamban dan sangat tidak efektif khususnya kalau kita mengingat bahwa fungsi sel darah putih berpatroli di seluruh tubuh dan melawan jika ada serangan yang masuk ke tubuh.

 

Sel Darah Merah dan Sel Darah Putih

Tetapi hal ini ketika terjadi serangan ke dalam tubuh, misalnya ketika kita kena luka tergores pisau maka terjadi proses yang tidak seperti kita bayangkan sebelumnya. Ketika terjadi luka maka tubuh bereaksi, sel-sel otot berkontraksi untuk menahan darah yang keluar. Agen pembeku darah membuat darah tertahan di permukaan kulit. Sel-sel pemangsa (netrofil) muncul dan membersihkan sisa-sisa dan sel-sel reparasi tubuh (fibroblast) langsung berkumpul di area tempat luka. Tapi kalau kita lihat sel-sel darah putih mengalami perubahan yang luar biasa. Mereka seakan-akan mempunyai sensor (seperti penciuman) yang luar biasa dalam mengenali bahaya. Begitu merasakan luka yang bisa membahayakan tubuh maka sel-sel darah putih menghentikan pergerakan merekan yang tidak terarah dan langung bergerak mengarah ke satau titik sasaran. Seperti dalam satu komando bergerak bagaikan anjing pemburu yang mencium bau kelinci kemudian langsung bergerak memburunya. Dengan bentuknya yang unik mereka bisa merembes melalui sel-sel lain yang berdesak-desakan di dalm pembuluh darah dan bergegas mencari jalur yang paling singkat menuju lokasi luka. Begitu sampai tempat luka tersebut, sel-sel darah putih langsung mengadakan pertempuran disana. Cara berperang sel-sel darah putih yaitu bagaikan selimut langsung membungkus bakteri (mengikuti bentuk bakteri) lalu karena sel darah putih mengandung granula peledak kimia maka setelah bakteri dibungkus, sel darah putih meledakkan granula untuk menghancurkan penyerang tsb. Seringkali itu menjadi peperangan dengan cara kamikaze (bunuh diri)

Seringakali utk menghadapai ancaman dalam tubuh, sel-sel darah putih secara specific di tugaskan untuk target-target tertentu. Seringkalai sel-sel darah putih menghabiskan hidupnya dengan hanya berlayar di alairan darah (menunggu dan mengintai jika terjadi serangan) tetapi jika terjadi serangan didalam sel darah putih terkandung kekuatan menyerang dan melumpuhkan lawan.

Ketika keadaan tubuh sedang tidak ada masalah maka terlihat sel-sel darah putih seperti sel-sel yang malas dan tidak efektif tetapi begitu ada serangan terlihatlah betapa sel-sel darah putih begitu fokus bergerak ke arah serangan dan bentuknya yang tidak teratur ternyata membuat mereka bisa bergerak cepat menembus pembuluh darah dan jaringan mencari jalur yang paling singkat ke sasaran.

Dengan hanya melihat bagaimana sel-sel darah putih bekerja, kita bisa melihat betapa luar biasanya Tuhan mendesain tubuh kita bahkan sel yang sangat kecil memiliki karakter, fungsi dan bentuk yang spesifik sesuai maksud dan tujuan keberadaannya.

Jadi jangan anggap remeh tentang tubuh kita, Tuhan sudah menciptakan dengan luar biasa. Mari kita menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik karena kita juga bertanggung jawab menjaga tubuh kita sehingga kita bisa beraktivitas dengan baik dan produktif sehingga bisa memberi manfaat kepada orang lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *